Januari 26, 2014

Sepotong Curhatan Anak Kelas Tingkat Akhir

Gak mau nge-post yang aneh-aneh. Iya, berhubung saya masih 17 tahun, saya belum berani dong nulis yang vulgar-vulgar? Kalo gak percaya, cek tulisan saya yang ini deh.

Kembali ke benang merah.

Mau bahas try out.

Iya, try out.

Januari 19, 2014

Aku Dibuat Berbeda Oleh-'nya'

“Oh, sh*t. I really miss him. Please, come back.” Katanya sambil melihat pesawat ******* dengan nomor penerbangan **-*** lepas landas dari Bandara International Ngurah Rai.

Kata orang, the time you feel lonely is the time you most need to be by yourself. Terry,  22 tahun, mahasiswa semester akhir di salah satu universitas swasta terkemuka di ibu kota. Dia berhasil merampungkan studinya hingga saat itu dengan kerjaannya, escort boy. Ya, jajan sehari-harinya didapat dengan ‘menjajakan’ dirinya, tentu saja dengan ‘permainan’ yang cukup aman.

Januari 13, 2014

Intention for Silence


Source: Wikipedia’s content
   “Silence is a source of great strength.” –Lao Tzu, An old Chinese philosopher, who also best known as the author of the Tao Te Ching.

For some people, being silent is easy to do, but not for me. I guess, when in the first time you meet me, the first thing that you think of me is arrogant. I don’t know, people said that almost-of-all-melancholy are looks arrogant in the first time that people meet with. Exactly, include me. For sure, I'm a (little bit) talkative man who can't stop to saying something I need to say, important or unimportant ones.

Januari 04, 2014

Antara Dewasa dan Kekanakan

            17  tahun?

            Kurasa, gak terlalu muda untuk seorang remaja yang mau beranjak dewasa sepertiku, aku sendiri kadang masih merasa kesal kalau masih diatur-atur dengan berbagai macam peraturan yang gak tau tujuannya itu buat apa. Masih belum boleh ini, belum boleh itu, dan setumpuk larangan yang lainnya. 

Yang Penampilannya Terlihat Baik

                Perasanku yang peka membuatku tahu, bahwa telah 7 detik dia memandangku. Tepat detik ke-8, kubalas pandangannya. Dapat kutebak, lengosan dan kepura-puraan-untuk-tidak-melihatku lah yang aku terima di detik ke-9.

                Saat aku membersihkan meja yang baru saja ditinggali tip, jam dinding di atas pintu masuk cafĂ© itu sudah menunjukkan pukul 8.

                “Wah, sudah ganti shift.”

                Tempat kerja part timeku ini memiliki 3 jam ganti pekerja. Dan, pada malam minggu itu, aku mendapat jatah shift kedua, dari jam 3 siang sampai jam 8 malam.