Juni 12, 2015

Sebut Saja, Bahagia

Kita sedang tertawa menertawai dinding. Dinding yang bahkan tak tau dimana letak kesalahannya hingga harus kita tertawai dengan kalap.

“Apa kau bahagia?”

“Ya, tentu.”

“Kalau begitu, mari kita pindah. Hahaha.”

Lalu dinding yang tenang tadi berubah menyerupai sebuah taman dengan sebuah kursi panjang yang terlihat nyaman.

Setengah Pelengkap

"Cause everything I have, I gotta give it for you, cause you are my everything."

Tak peduli, jika kau tak memiliki sepasang sayap utuh, kau akan tetap menjadi milikku yang sempurna, jika di kesunyian malam, kau merindukan suara dan wajahku, panggilah aku dengan nada mesra milikmu, kiss me in a late night, dan aku akan hadir di sisimu, menyelimutimu dengan ketentraman, meskipun kau terus menggigil olehnya. Jika kau sedetik kemudian memikirkanku, just call me baby, I'll wake up to come with you.

Mengobati rasa sakitmu, mengobati pedihmu diantara ruas sayapmu yang putus, tapi aku percaya untuk sebuah kekuatan, cinta dan kesetiaan yang sama-sama kita pupuk, akarnya telah menyerabut hingga jantung kehidupan, dan kau bisa mempercayaiku untuk menjadi setengah sayapmu yang hilang, karena cinta tak pernah memandang raga seorang. Karena cinta membuktikan mampu meggenapkan hati yang dulunya ganjil dan aku tak pernah menyesal bisa hidup bersama denganmu.


-teruntuk para difabel.