Juni 24, 2014

2 dari 3 Bualan


Pertama,

Pahit, asam, manis, asin, dan mati rasa. Layaknya terjatuh dari pohon kelapa yang bertengger di tepi nenaungan pantai.

Asam dari baku hantam perasaan orang lain. Asin dari banyak pesan dan kesan dari pengalaman senja. Pahit dari lubuk hati, mengecap obat dan tak bisa meluluhlantahkannya kembali. Manis? Seperti menutupi segalanya dengan cerminan singgungan garis lengkung bibir anak manusia. Mati rasa, kepekaan mati dan berujung pada pertanyaan-pertanyaan masa muda.

Juni 22, 2014

(Maha)siswa

Hai! Ah, akhirnya saya menjamah blog ini lagi.

Oh ya, waktu saya nulis part ini, detik ini juga saya sudah bukan berstatus pelajar loh.

Sorry, “pelajar”? Apa itu? Yang masih mengenakan seragam dan masuk pagi pulang siang itu? Bertemu guru yang itu-itu saja dan cuman bisa belajar, belajar, dan cebok? Muahahaha, akhirnya saya setidaknya bisa mem-bully manusia-manusia berstatus pelajar. :’)

Percayalah, menurut saya, yang buat bahagia saat lulus SMA itu bukan karena nilai bagus atau apapun, tapi karena akhirnya saya lepas dari gelar “pelajar”. *coret-coret kartu pelajar*

Puji Tuhan, saya akhirnya berhasil mengelarkan “musibah-musibah” di tingkat sekolah menengah atas. Tepat pada tanggal 20 Mei 2014, saya, Kevin Laurens Siahaya, resmi dinyatakan lulus! *nari barong*