November 24, 2016

Kriteria Perjanjian Rindu

Setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan. Itu kodrat alam semesta. Meskipun ada perjanjian tak tertulis untuk menggambarkan penolakan terhadap rindu yang mungkin tumbuh, tapi tetap saja, manusia tak luput dari kesalahan.

Perjanjian-perjanjian rindu apa saja yang kau sepakati sebelum perpisahan itu tiba menghampiri?

1. Jangan teteskan air mata di pagi hari.
Penguasa pagi hari itu harusnya embun, tapi kenapa malah air mata yang mengoyakkan kelopak-kelopak bunga taman hati? Memang, kenyataan akan senantiasa memupuskan asa yang terpendam, sebut saja ingin bertemu. Tapi air mata juga tidak akan membasuh keinginan tersebut, kan?

2. Jangan sebut nama lebih dari tiga kali di siang hari.
Mitos berkata kalau kau panggil nama orang tiga kali, dia akan segera datang. Tapi tak ada maknanya nama itu kau lontarkan, tapi derita yang dalam diri tidak tersampaikan. Ketika kau puitiskan pun juga tidak akan semua manusia akan peka, meskipun perasaanmu cukup menjadi hangat dengan mendengar namanya. Benar?

3. Jangan pernah titip salam di sore hari.
Sore hari akan menjadi jatah burung camar untuk mengarungi langit. Ketika kepakan sayapnya kau titipkan seuntai pesan, apakah dia akan mampu menanggungnya? Jika ingin bertegur sapa, isyaratkan saja dengan doa. Biarkan Tuhan yang bekerja. Benar?

4. Jangan melukis bayangan di senja hari.
Siluet senja setianya akan menggambarkan kejujuran. Kalau kau menciptakan gambaran seseorang nun jauh di sana, apakah bayang-bayang tersebut akan terpancar jelas dan dia merasakannya juga? Biarkan senja menjadi tontonan paling anggun pada hari-harimu, jangan ditambah dengan polesan kenangan, ya?

5. Jangan tulis diary di malam hari.
Terbiasa dengan menorehkannya ke dalam tulisan? Sebaiknya biarkan lembaran itu tetap putih. Itu demi keleluasaan bahasa rindu. Ketika bulan dan bintang tahu mengenai guratanmu di buku itu, malam bisa saja tenggelam dalam kelam. Kau tidak mau kalau ketenangan menjadi riuh karena rasa sayangmu terlalu menggemparkan jiwa, kan?


Ada baiknya kau renungi dan kau resapi rangkaian perjanjian ini. Jika kau bisa memahaminya, maka perpisahan ini pasti tidak akan mengijinkan yang namanya rindu untuk mempertanyakan mengenai cinta sejatinya. Seharusnya begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar